rsu.nurussyifa.kudus@gmail.com (0291) 4246440 Jl. Kudus Pati KM. 10 Jekulo, Kudus

Keunggulan

Home > Keunggulan

Spesialis Saraf

Dokter Spesialis Saraf
dr. H. Sobirin, Sp. S

Dokter saraf atau neurologis adalah dokter spesialis yang mendiagnosis dan mengobati masalah yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf. Untuk menjadi dokter saraf, seseorang harus menyelesaikan pendidikan dokter umum terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pendidikan spesialis neurologi.

Neurologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem saraf. Sistem saraf bertanggung jawab dalam mengatur fungsi koordinasi tubuh, mengatur kerja organ tubuh, menerima dan memproses rangsangan fisik (nyeri, sentuhan, dan suhu), menggerakkan tubuh, serta menjalani proses kognitif, seperti berpikir dan mengingat.







Penyakit yang Ditangani Dokter Saraf

Dokter saraf menangani penyakit yang berkaitan dengan otak dan saraf, termasuk saraf tulang belakang dan saraf tepi, seperti:

  • Sakit kepala dan migrain.
  • Kejang dan epilepsi.
  • Tremor atau tubuh gemetaran.
  • Cedera kepala.
  • Saraf terjepit.
  • Stroke.
  • Tumor otak.
  • Demensia, seperti pada penyakit Alzheimer.
  • Penyakit Parkinson.
  • Gangguan autoimun yang menyerang saraf, seperti amyotrophic lateral sclerosis (penyakit Lou Gehrig) dan multiple sclerosis.
  • Infeksi otak, seperti ensefalitis, meningitis, dan abses otak.
  • Infeksi sumsum tulang belakang.
  • Bell’s palsy.
  • Neuropati perifer.
  • Gangguan neuromuskular, seperti myasthenia gravis.

Tindakan yang Dilakukan Dokter Saraf

Serangkaian prosedur pemeriksaan medis bisa dilakukan oleh dokter saraf untuk menentukan diagnosis penyakit yang menyerang saraf dan otak, di antaranya:

  • Menginterpretasi hasil pemeriksaan radiologis, seperti CT scan, MRI, dan PET scan, pada otak dan saraf.
  • EEG (elektroensefalogram) atau tes gelombang listrik otak. Tes ini dilakukan dengan cara menempelkan kabel elektroda pada kulit kepala, lalu menghubungkannya dengan mesin yang merekam aktivitas listrik otak.
  • EMG (eletktromiogram) untuk mengevaluasi fungsi sistem saraf dan otot. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum elektroda ke dalam otot.
  • Menginterpretasi hasil pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah, tes urine serta analisis cairan otak, untuk mengidentifikasi penyakit yang menyerang sistem saraf.
  • Biopsi saraf dan otot untuk mencari tanda-tanda kelainan pada saraf.
  • Pungsi lumbal, yaitu prosedur pengambilan cairan otak dari tulang belakang.

Yang Harus Disiapkan Sebelum Bertemu Dokter Saraf

Catat keluhan yang selama ini dirasakan, obat yang biasa dikonsumsi, penyakit atau alergi yang pernah diderita, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Pada konsultasi pertama, dokter saraf akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menelusuri riwayat keluhan penyakit yang dirasakan pasien. Selanjutnya, dokter saraf akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan diagnosa penyakit yang diderita pasien. Jika seorang pasien tidak sepenuhnya dapat menjawab pertanyaan atau perlu dibantu saat menjalani tes, anggota keluarga atau orang terdekat disarankan untuk ikut menemani. Setelah diagnosis ditentukan, dokter saraf akan memberikan pengobatan yang sesuai, menentukan langkah perawatan, mengevaluasi hasil pengobatan, dan memberikan saran serta rehabilitasi lanjutan untuk memperbaiki kondisi pasien.


Sub Spesialis Konsultan Kardiovaskuler

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah adalah dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, atau kardiovaskuler. Latar belakang pendidikannya adalah dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialis penyakit dalam melanjutkan ke sub spesialis konsultan Kardiovaskuler.

dr. Supartono, SpPD.KKV

Kedokteran jantung dan pembuluh darah juga merupakan bidang yang dipelajari dokter spesialis penyakit dalam. Para dokter spesialis jantung dan dokter spesialis penyakit dalam tak jarang berkolaborasi atau bekerja sama satu sama lain dalam menangani pasien yang bermasalah dengan jantung dan pembuluh darahnya.







Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Dokter spesialis jantung memiliki pengetahuan mendalam tentang pencegahan, diagnosis, dan pengobatan berbagai penyakit kardiovaskular, mulai dari tekanan darah tinggi hingga serangan jantung. Penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah meliputi:

  • Infark miokard atau angina.
  • Penyakit jantung koroner.
  • Penyakit pembuluh darah.
  • Penyakit katup jantung.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Penyakit aorta.
  • Penyakit otot jantung (kardiomiopati).
  • Tumor jantung.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Perikarditis.
  • Serangan jantung.
  • Gagal jantung.
  • Henti jantung.

Tindakan yang Dilakukan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Dalam melakukan diagnosis, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan menelusuri riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik jantung untuk mengevaluasi apakah terdapat gangguan jantung. Setelah itu, untuk memastikan diagnosis, seringkali dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan atau tes lebih lanjut, seperti:

  • EKG (elektrokardiografi).
  • Rontgen, CT scan, MRI, angiografi.
  • Ekokardiogram (USG jantung).
  • Stress test/ tes latihan treadmill.
  • Tes darah.

Setelah diagnosis dipastikan, maka dokter spesialis jantung akan menentukan langkah penanganan untuk mengobati penyakit yang diderita pasien. Pengobatan dengan obat-obatan dan prosedur medis tertentu juga mungkin dibutuhkan, sesuai dengan hasil diagnosis.

Tujuan dari pengobatan adalah menstabilkan kondisi, mengendalikan gejala dalam jangka panjang, dan menyembuhkan penyakit jika memungkinkan. Selain dengan penanganan medis, pasien juga akan disarankan untuk mengurangi stres, menjalani diet sehat, dan rajin berolahraga untuk memperbaiki kondisinya.

Beberapa tindakan medis khusus dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, yang merupakan kompetensi dokter spesialis jantung di antaranya:

  • Kateterisasi jantung.
  • Angioplasti.
  • Angiografi.
  • Implan alat pacu jantung (pacemaker) atau implan ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator) yang ditanam di bawah kulit dada atau perut.

Kompetensi dokter spesialis jantung tidak hanya berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah jantung, namun juga mencakup penyakit pembuluh darah secara umum, misalnya seperti varises, trombosis pembuluh darah, dan penyakit arteri perifer.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah?

Penyakit jantung merupakan penyakit mematikan. Oleh karenanya, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung jika mengalami beberapa gejala berikut:

  • Nyeri dada yang menjalar hingga ke punggung, dagu, tenggorokan, atau lengan.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Mual.
  • Pusing dan lemas.
  • Berkeringat.
  • Cepat lelah atau muncul keluhan sesak atau nyeri dada setelah melakukan aktivitas fisik, misalnya setelah naik tangga atau berolahraga.

Jika merasakan gejala-gejala di atas, segeralah mengunjungi dokter spesialis jantung. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung berisiko tinggi menimbulkan kematian. Anda juga disarankan memeriksakan diri jika memiliki faktor risiko, seperti obesitas dan diabetes. Penanganan segera dapat mengurangi kerusakan yang lebih parah terhadap jantung.

Yang Harus disiapkan Sebelum Bertemu Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Banyak orang tidak menyadari terkena serangan jantung, karena serangan jantung acapkali dianggap keluhan biasa, seperti sakit maag atau masuk angin. Banyak juga yang menyepelekan rasa nyeri di dada, padahal nyeri tersebut sudah berlangsung selama 30 menit dan terasa sangat menyakitkan.

Mendapat diagnosis penyakit jantung bisa jadi mengejutkan bagi sebagian orang. Namun, bukan berarti Anda harus menjadi takut untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Kesiapan mental dan dukungan keluarga sangat penting dalam keberhasilan pengobatan. Selain dua hal tersebut, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan biaya yang diperlukan untuk pemeriksaan, tes kesehatan, dan tindakan medis dokter spesialis jantung. Biaya yang dikeluarkan mungkin tidak murah, sehingga dibutuhkan kesiapan finansial.

Untuk itu, Anda disarankan untuk mencatat keluhan terkait penyakit jantung, seperti kapan keluhan muncul, area mana yang terasa sakit, berapa lama nyeri bertahan, dan sejak kapan keluhan tersebut muncul. Dokter spesialis jantung juga akan meminta Anda untuk menceritakan gaya hidup Anda, seperti pola makan dan rutinitas olahraga, juga kebiasaan merokok. Informasi yang jelas dan lengkap dapat memudahkan dokter spesialis jantung untuk menentukan diagnosis yang tepat.