• 7 October 2019
  • RSNS Admin
  • 0

KELOMPOK RAWAN TERHADAP PENYAKIT GIGI DAN MULUT

Pada umumnya karies gigi dan kelainan mulut lainnya terjadi pada setiap orang yang mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Tetapi pada kelompok orang-orang tertentu karies dan kelainan-kelainan mulut sangat mudah menyerang. Kelompok masyarakat ini adalah :

  • Ibu hamil

  • Peradangan/pembengkakan gusi.

Pada ibu hamil sering terjadi gangguan hormonal. Bila si ibu kurang memelihara kebersihan giginya, maka peradangan gusi ini akan makin parah, gusi mudah berdarah dan timbul gangguan fungsi mengunyah. Umumnya terjadi pada trimester kedua kehamilan.

Pada ibu hamil sering dijumpai keadaan :

Bakteri penyebab radang gusi dapat masuk ke pembuluh darah melalui gusi, kemudian bakteri dapat mencapai rahim merangsang produksi “prostaglandin”, zat kimia yang dapat menyebabkan kontraksi rahim sehingga janin lahir prematur.

Selain itu, pada ibu hamil Trimester pertama dan ketiga diharapkan tidak melakukan pencabutan gigi, karena pada

trimester tersebut terjadi pembesaran pembuluh darah akibat perubahan hormonal sehingga dikhawatirkan terjadi perdarahan akibat pencabutan gigi

  •  Kerusakan gigi/gigi berlubang

Kehamilan tidak langsung meyebabkan gigi berlubang. Gigi berlubang terbentuk karena asam yang dihasilkan oleh fermentasi sisa makanan oleh bakteri.

Karena keengganan menyikat gigi, kesenangan makan makanan yang asam atau asam lambung yang tersisa pada mulut akibat muntah, Semua keadaan ini akan mempercepat proses kerusakan gigi.

Pemeliharaan kesehatan gigi mulut pada ibu hamil untuk pencegahan terhadap kerusakan gigi, antara lain:

Mengikuti cara-cara pencegahan dengan seksama.

  1. Berkumur-kumurlah sehabis muntah untuk menghilangkan rasa asam di dalam mulut.
  2. Hindari/kurangi makan makanan penghilang rasa mual yang merusak gigi seperti, menghisap permen, makan yang asam-asam, dan lain – lain.
  3. Makan makanan yang bergizi tinggi, cukup protein mineral dan vitamin yang diperlukan untuk membentuk benih gigi yang kuat dan pertumbuhan bayi yang sehat.
  4. Segera ke Balai Pengobatan Gigi bila ditemukan kelainan/penyakit gigi.
  • Tumor Kehamilan

Kehamilan dapat menimbulkan suatu pembentukan pertumbuhan pada gusi yang seperti tumor atau daging lebih. Ciri-cirinya antara lain warna gusi kemerahan sampai keunguan, pembesaran terjadi samapi menutupi gigi, mudah berdarah jika terkena benda keras, tidak sakit. Tumor ini akan hilang sesudah melahirkan.

Gambar 15.Gingivitis gravidarum

Gambar 16. Epulis gravidarum

  • Balita

Gambar 17. Karies akibat susu botol

Karies atau keropos sering terlihat pada anak balita ini disebabkan karena :

      1. Minum susu botol/ASI sambil tidur sepanjang malam.
      2. Minum susu yang manis terutama sebelum tidur tanpa dibersihkan.
      3. Kebiasaan anak yang suka makan makanan yang manis- manis seperti cokelat, permen, ice cream, juga kebiasaan jajan lainnya.
      4. Kurangnya perhatian orang tua akan kesehatan gigi anaknya.

Gambar 18. Karies Botol Susu (Nursing bo1le syndrome)

Pencegahan karies pada anak balita ini yaitu dengan mengikuti cara-cara pencegahan dengan seksama terutama sekali :

  1. Dalam menyikat gigi sikatlah paling sedikit 2 x sehari. Pada bayi sikatlah dengan sikat gigi kecil dan berbulu lembut atau dengan handuk bersih atau kapas.
  2. Kumur-kumurlah setelah minum susu, bila belum bisa kumur-kumur berilah minum air putih matang.
  3. Hindari jajan makanan yang merusak gigi.
  4. Orang tua hendaknya selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut anaknya, karena kesehatan gigi balita sepenuhnya masih dalam tanggung jawab dan pengawasan penuh orang tuanya.

Selain itu sering dijumpai juga kelainan yang disebabkan kebiasaan buruk yaitu :

  1. Menghisap ibu jari.

Hal ini akan membuat gigi depan maju ke depan (tonggos) dan gigitan terbuka (openbite).

Gambar 19. Akibat Kebiasaan Buruk

  1. Mengigit bibir bawah
  2. Gigi akan maju kedepan selain dapat merusak saluran ludah dan terjadi pembengkakan bibir dan terlokalisir berisi air ludah.
  3. Menghisap botol susu
  4. Keadaan ini cepat membuat kerusakan gigi.
  5. Gigi gemerutuk sewaktu tidur
  6. Hal ini akan menyebabkan gigi menjadi aus, emailnya terbuka, dan gigi menjadi linu.
  7. Bernafas melalui mulut
  8. Mulut menjadi kering, jaringan lunak akan menjadi mudah terinfeksi.